Apa itu Spesies Laba-Laba Heteropoda Maxima – The Hunstman Spider?

Setiap makhluk hidup yang ada pada satu ekosistem tertentu mempunyai peran yang spesifik. Keberadaan makhluk hidup tersebut akan mempengaruhi keseimbangan yang ada pada ekosistem. Apabila keseimbangan ekosistem rusak, maka akan terjadi suatu kerusakan. Salah satu makhluk hidup yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem adalah laba – laba. Akan tetapi, peran laba – laba dalam ekosistem seringkali dilupakan. Selain itu, beberapa spesies laba – laba yang unik juga menjadi salah satu perburuan yang membuat spesies tersebut menjadi langka.

Laba – laba merupakan makhluk hidup karnivora. Beberapa jenis hewan yang sering dikonsumsi oleh laba – laba adalah serangga, katak, ular, tikus, kadal, dll. Biasanya, laba – laba dengan ukuran tubuh lebih besar dapat memangsa hewan yang lebih besar. Meskipun laba – laba merupakan hewan karnivora, laba – laba tidak memiliki mulut pengunyah seperti hewan jenis lain. Secara bentuk tubuh, laba – laba memiliki delapan kaki. Selain itu, ada empat pasang mata yang dimiliki oleh laba – laba. Salah satu ciri khas menarik dari laba – laba adalah kepala dan dada yang menyatu di bagian depan tubuh. Hal ini disebut dengan cephalotorax atau prosoma.

Laba – laba juga memiliki salah satu perilaku unik yaitu membangun jaring – jaring yang digunakan sebagai sarang. Jaring – jaring tersebut juga digunakan sebagai salah satu cara untuk mengurung mangsa yang terjerat sehingga mangsa tidak akan lari. Biasanya laba – laba membangun jaring – jaring di antara beberapa celah pohon, kolom meja dan tempat tidur, sudut ruangan, hingga seluruh ruangan yang tidak terpakai.

Sebagai sebuah makhluk hidup yang memiliki setidaknya 46.000 spesies, maka karakteristik laba – laba juga akan berbeda. Beberapa spesies memiliki racun yang berbahaya. Sedangkan spesies lain memiliki racun yang tidak berbahaya. Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah ukuran tubuh dari laba – laba serta fungsi organ tubuh untuk mendukung kelangsungan hidup dari laba – laba tersebut. Salah satu jenis laba – laba yang menarik adalah spesies Laba-Laba Heteropoda maxima. Apa itu? Berikut penjelasan secara singkat mengenai spesies laba – laba ini.

Ciri dan Karakteristik dari Spesies Laba-Laba Heteropoda maxima

Apa itu Spesies Laba-Laba Heteropoda Maxima – The Hunstman Spider?

Spesies Laba-Laba Heteropoda maxima merupakan spesies laba – laba yang memiliki ukuran sangat besar yaitu 30 cm. Ukuran laba – laba ini merupakan ukuran paling besar yang pernah ditemukan. Spesies laba – laba ini memiliki nama lain yaitu The Giant Huntsman Spider. Nama ini muncul dikarenakan kemampuan laba – laba ini untuk menangkap mangsanya yang sangat baik. Mengapa? Kemampuan menangkap mangsa yang baik dari The Giant Hunstman Spider dikarenakan panjang kaki laba – laba yang mencapai 30 cm. Hal ini membuat laba – laba spesies tersebut bisa berjalan dengan cepat. Selain itu, kakinya juga memudahkan laba – laba tersebut untuk dapat berjalan dengan mudah di medan apapun. Sehingga, kemampuan menangkap mangsanya menjadi sangat mengerikan.

Spesies Laba-Laba Heteropoda maxima juga memiliki ciri unik di bagian tubuhnya. Salah satunya adalah beberapa bercak hitam yang tersebar dan dipadukan dengan warna tubuh kuning hingga coklat. Selain itu, bagian kaki laba – laba ini juga memiliki beberapa garis gelap yang cukup panjang. Selain itu, laba – laba ini juga memiliki kaki yang lebih panjang dibandingkan tubunya. Hal inilah yang membuat laba – laba spesies ini sangat berbeda dengan spesies yang lain.

Heteropoda maxima pertama kali ditemukan pada tahun 2001 di sebuah gua di Laos. Penemuan laba – laba ini dilakukan oleh P. Jager. Sehingga, bisa diketahui bahwa laba – laba ini dapat tinggal di beberapa negara Asia terutama negara yang mempunyai banyak goa dan beriklim tropis. Laba – laba ini juga dikenal dengan perilaku kanibalismenya. Biasanya, setelah bereproduksi, laba – laba betina akan memakan laba – laba jantan. Hal ini diketahui dari sebuah penelitian oleh Florian dan Diana Schnos di sebuah gua di Laos.

Hati – hati dengan Racun Laba – Laba

spesies laba-laba heteropoda maxima

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ada beberapa spesies laba – laba yang dilengkapi dengan racun yang cukup mematikan. Beberapa diantaranya dapat membuat manusia merasakan kesakitan yang sangat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan saat terkena racun laba – laba.

Apabila luka yang ditimbulkan oleh racun dari laba – laba tidak terlalu parah, maka korban bisa melakukan pengobatan sendiri. Caranya adalah dengan membersihkan luka dengan air bersih, kompres dingin bagian luka, olesi dengan salep calamine, minum obat analgesik, dan tinggikan bagian tubuh yang terluka. Akan tetapi, jika korban menunjukkan beberapa gejala seperti kejang otot, kesulitan bernapas, bagian luka menjadi hitam atau ungu, tubuh lemas, infeksi, serta sakit yang luar biasa, maka korban harus dibawa ke rumah sakit secepatnya.

Mengenal Spesies Laba-Laba Phoneutria Nigriventer, Laba – Laba dengan Racun Berbahaya

Laba – laba merupakan salah satu makhluk hidup yang mempunyai peran penting dalam satu sistem ekosistem. Penurunan populasi laba – laba akan berpengaruh pada keseimbangan ekosistem. Hal ini juga akan terjadi jika laba – laba mengalami kenaikan yang cukup pesat. Ada banyak habitat laba – laba yang bisa ditemukan. Laba – laba yang tinggal di pemukiman warga akan lebih memilih ruang atau gedung yang tidak terpakai. Hal ini memudahkan mereka untuk membangun jaring – jaring yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat memakan mangsanya. Laba – laba juga mungkin ditemukan di beberapa cabang pohon terutama pohon yang telah berumur tua. Laba – laba senang membuat sarang pada bagian atau sela cabang pohon tersebut.

Secara umum, laba – laba memiliki delapan kaki yang dilengkapi dengan empat pasang mata. Selain itu, laba – laba juga merupaan hewan yang tidak memiliki sayap dan mulut pengunyah. Akan tetapi, laba – laba memiliki karakteristik bentuk tubuh yang unik yaitu adanya dua segment tubuh. Laba – laba juga memiliki prosoma yang merupakan perpaduan antara kepada dan dada dari laba – laba.

Setiap laba – laba yang ada di dunia ini memiliki banyak karakteristik yang berbeda. Perbedaan karakteristik tersebut dapat berupa warna dan ukuran tubuh, perilaku, jenis makanan yang dikonsumsi, dan mekanisme pertahan diri. Hal inilah yang membuat banyaknya spesies laba – laba yang belum terkonfirmasi karena rumitnya penggolongan spesies laba – laba. Salah satu hal menarik dari laba – laba adalah bentuk mekanisme pertahanan diri. Laba – laba memang memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan hewan lain seperti tikus, ular, dll. Akan tetapi, mekanisme pertahanan diri laba – laba bisa sangat efektif digunakan. Salah satunya adalah melalui racun yang dikeluarkan saat laba – laba menggigit. Beberapa laba – laba memang tidak memiliki racun yang akan membuat kematian secara akut. Akan tetapi, racun yang dikeluarkan bisa menjadi salah satu penyebab mangsanya atau makhluk lain kesakitan. Salah satu laba – laba yang memiliki racun cukup berbahaya adalah spesies Laba-Laba Phoneutria nigriventer. Spesies laba – laba ini juga sering dikenal sebagai salah satu spesies yang selalu mengembara di tanah Brazil.

Apa Itu Spesies Laba-Laba Phoneutria nigriventer?

Mengenal Spesies Laba-Laba Phoneutria Nigriventer, Laba – Laba dengan Racun Berbahaya

Spesies Laba-Laba Phoneutria nigriventer merupakan spesies yang termasuk dalam keluarga Ctenidae. Habitat asli dari laba – laba ini adalah hutan tropis yang ada di beberapa negara Amerika Selatan terutama Brazil, Argentina, Uruguay, dll. Beberapa peniliti menyebut spesies laba – laba ini sebagai laba – laba pengembara Brazil. Ukuran tubuh dari spesies laba – laba pengembara Brazil sekitar 15 cm. Ukuran tubuh ini tidak sebesar laba – laba Goliath pemakan burung yang memiliki ukuran sebesar 25 cm. Selain itu, laba – laba pengembara Brazil tidak termasuk laba – laba tarantula. Mengapa? Hal ini disebabkan banyaknya perbedaan dari ukuran dan bentuk tubuh serta perilaku yang dilakukan oleh laba – laba ini.

Salah satu perbedaan perilaku antara laba – laba pengembara Brazil dan tarantula adalah cara perburuan. Laba – laba pengembara Brazil merupakan spesies laba – laba yang akan mencari mangsanya secara aktif. Sehingga, serangan yang diberikan kepada mangsanya juga akan lebih banyak dibandingkan dengan laba – laba lain. Sementara itu, laba – laba tarantula justru melakukan hal sebaliknya. Tarantula akan tetap tenang menunggu mangsanya dan tidak menyerangnya secara aktif. Hal inilah yang justru membuat laba – laba pengembara Brazil lebih buas dibandingkan Tarantula meskipun ukurannya lebih kecil.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumn spesies Laba-Laba Phoneutria nigriventer menggunakan racun sebagai salah satu cara untuk mempertahankan diri. Racun tersebut disebarkan ketika laba – laba ini merasa terancam. Apabila racun tersebut mengenai manusia, maka akan menimbulkan luka yang sangat sakit selama kurun waktu tertentu. Racun yang ditimbulkan oleh laba – laba pengembara Brazil memang tidak akan membunuh manusia. Akan tetapi, racun tersebut tetaplah efektif untuk menimbulkan luka dan rasa sakit yang amat sangat. Oleh karena itu, diperlukan suatu kehati – hatian ketika menangani laba – laba pengembara Brazil.

Pertolongan Pertama Saat Terkena Racun Laba – Laba

spesies laba-laba phoneutria nigriventer

Saat terkenal racun yang ditimbulkan laba – laba, maka kamu bisa menangkap laba – laba tersebut dan menyimpannya dalam wadah tertutup. Kamu bisa menunjukkan laba – laba tersebut kepada tenaga medis untuk mengetahui tingkat bahaya dari racun yang ditimbulkan. Akan tetapi, jika tidak bisa ditangkap, maka kamu bisa memberikan ciri – ciri dari laba – laba yang menyerang. Setelah kamu bisa membersihkan luka yang terkena racun dengan air agar tidak timbul infeksi yang lebih parah. Kemudian, lakukan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dan bengkak yang terjadi. Salep calamine bisa digunakan untuk meringankan rasa gatal yang mungkin saja timbul.  Apabila rasa sakit masih mendera, kamu bisa meminum obat analgesik atau pereda rasa sakit seperti paracetamol. Jika memburuk, kamu bisa pergi ke dokter.

Spesies Laba-Laba Theraphosa Blondi, Laba – Laba Terbesar di Dunia

Laba – laba merupakan salah satu makhluk hidup yang sering ditemui di lingkungan manusia. Laba – laba sering ditemukan di sawah atau perkebunan. Kamu juga mungkin sering menemukan laba – laba di sudut ruangan yang tidak digunakan. Biasanya, laba – laba menggunakan celah antara sudut ruangan, kolong meja atau tempat tidur, dan celah antara batang pohon sebagai tempat tinggal.

Laba – laba merupakan salah satu hewan karnivora atau pemakan daging. Beberapa jenis laba – laba memakan berbagai jenis serangga seperti lalat, lebah, nyamuk, dll. Sedangkan laba – laba yang memiliki ukuran lebih besar mengonsumsi tikur, ular, katak, kadal, burung, dll. Oleh karena itu, keberadaan laba – laba di dalam satu kesatuan ekosistem sangatlah penting. Tanpa adanya laba – laba, maka manusia akan mengalami kerugian panen yang sangat besar. Hal ini dikarenakan tidak adanya spesies yang bisa membantu untuk mengontrol laju pertumbuhan hama yang bisa menganggu hasil panen. Selain itu, laba – laba yang banyak juga bisa membantu manusia saat terjadinya lonjakan populais dari nyamuk dan lalat yang bisa menimbulkan banyak penyakit. Akan tetapi, laba – laba juga memiliki sistem pertahanan dirinya sendiri. Biasanya, laba – laba akan memberikan sengatan racun yang kekuatannya cukup besar bergantung pada jenis spesies laba – laba. Oleh karena itu, perlunya suatu kehati – hatian saat akan menangani laba – laba.

Jumlah laba – laba yang ada di dunia ada sekitar 46.000 spesies. Jumlah ini bisa saja terus bertambah mengingat masih banyaknya spesies laba – laba yang masih tersembunyi dan diteliti di seluruh dunia. Setiap spesis memiliki keunikan masing – masing. Keunikan yang paling mudah dilihat adalah ukuran tubuh dari laba – laba. Biasanya, laba – laba yang ditemukan di sekitar pemukiman penduduk memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan laba – laba yang ada di hutan. Salah satu laba – laba dengan ukuran paling besar yang pernah ditemukan adalah spesies Laba-Laba Theraphosa blondi. Laba – laba ini merupakan salah satu kelompok tarantula karena ukurannya yang sangat besar. Bagaimana karakteristik dari laba – laba paling besar di dunia ini?

Karakteristik Spesies Laba-Laba Theraphosa blondi

Spesies Laba-Laba Theraphosa Blondi, Laba – Laba Terbesar di Dunia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, spesies Laba-Laba Theraphosa blondi merupakan spesies laba – laba paling besar di dunia. Laba – laba ini memiliki nama latin yaitu Theraphosa blondi dan sinonimnya adalah Theraposa leblondii. Nama lain dari jenis laba – laba ini adalah Goliath birdeater. Mengapa disebut dengan Goliath birdeater? Julukan pemakan burung yang disandang oleh laba – laba ini berawal dari penemuan pertama laba – laba ini oleh Maria Sibylla Merian. Saat itu, laba – laba Goliath birdeater sedang memakan sebuah burung. Oleh karena itu, laba – laba ini kemudian diberi julukan laba – laba Goliath pemakan burung. Akan tetapi, apakah laba – laba tersebut memang hidup sebagai pemakan burung?

Laba – laba Goliath merupakan salah satu laba – laba yang sering memakan serangga, cacing, ular, katak, dan beberapa hewan amfibi lain. Meskipun memiliki julukan sebagai laba – laba pemakan burung, laba – laba Goliath justru jarang mengonsumsi burung. Laba – laba ini memiliki perilaku spesifik dimana mereka akan membawa mangsanya ke dalam sarangnya untuk dikonsumsi. Laba – laba ini tidak akan menunjukkan bagaimana mereka makan di luar sarang mereka.

Spesies Laba-Laba Theraphosa blondi memiliki panjang kaki sekitar 28 cm. Sedangkan taringnya dapat berukuran hingga 2.5 cm. Berat laba – laba Goliath mampu mencapai ukuran 170 gram. Salah satu hal menarik dari laba – laba Goliath adalah siklus hidupnya. Laba – laba Goliath jantan hanya dapat bertahan hidup kurang lebih 3 – 6 tahun. Akan tetapi, laba – laba Goliath betina dapat bertahan hidup kurang lebih 15 – 25 tahun. Oleh karena itu, laba – laba Goliath betina dapat ditemukan lebih mudah.

Laba – laba ini juga memiliki perilaku yang khas. Salah satunya adalah menakuti mangsanya dengan menggosok kakinya secara bersamaan. Suara yang ditimbulkan oleh gosokan kaki laba – laba Goliath dapat didengar dengan jelas bahkan hingga jarak 5 meter. Hal ini tentu saja membuat makhluk hidup yang ada di sekitarnya merasa terintimidasi.

Cara Menangani Racun yang Ditimbulkan oleh Laba – Laba

spesies laba-laba theraphosa blondi

Sama seperti makhluk hidup yang lain, laba – laba juga memiliki suatu mekanisme pertahanan dirinya. Salah satunya adalah racun yang dikeluarkan melalui sengatan. Beberapa laba – laba memiliki bahaya racun yang rendah. Sehingga, bisa ditangani dengan baik. Hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan luka akibat laba – laba. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi infeksi. Setelah itu, kompres luka dengan kompres dingin agar rasa sakitnya berkurang dan juga mengobati luka gigitan laba – laba. Setelah itu, pasien bisa mengoleskan salep calamine di area luka agar rasa gatal dan sakit akibat serangan laba – laba dapat berkurang.

Spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers, Laba – Laba Pemintal Sutra

Laba – laba merupakan salah satu hewan yang sering bersinggungan dengan kehidupan manusia. Biasanya, laba – laba membuat jaring yang digunakan sebagai tempat tinggalnya di sudut – sudut rumah atau tembok atap rumah. Laba – laba seringkali dijumpai pada tempat yang sudah lama tidak dibersihkan atau ditempat. Oleh karena itu, laba – laba akan banyak dijumpai di gedung yang sudah tidak berpenghuni. Selain gedung atau ruangan kosong, laba – laba juga sering dijumpai di beberapa pohon tua. Laba – laba bisa saja membuat sarangnya dengan menggunakan ruang antara dua atau lebih rangting. Selain itu, laba – laba juga sering membuat sarang dari atas pohon hingga ke atas permukaan tanah.

Laba – laba merupakan salah satu hewan yang dapat dikenali dengan cukup mudah. Mengapa? Dari segi bentuk badan, laba – laba mempunyai delapan buah kaki dan empat pasang mata. Selain itu, laba – laba juga tidak memiliki mulut yang digunakan untuk mengunyah. Tidak seperti serangga yang didominasi dengan sayap, laba – laba tidak memiliki sayap. Selain itu, bagian tubuh laba – laba juga dilengkapi dengan cephalotorax atau prosoma yang merupakan perpaduan antara dua segment tubuh yaitu kepala dan dada.

Laba – laba juga memiliki banyak ukuran. Hal ini bergantung pada spesies dan genusnya. Salah satu laba – laba terbesar yang dikenal dengan nama Goliath dan termasuk tarantula atau laba – laba raksasa. Setiap spesies laba – laba memiliki ciri khas unik masing – masing. Hal ini berpengaruh pada jenis makanan laba – laba, tempat tinggalnya, sistem pertahanan diri, bentuk tubuh, dan juga perilakunya. Sebagai contoh, perbedaan jaring yang dibuat. Salah satu jenis laba – laba yang membuat jaring unik adalah spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers. Apa itu laba – laba Golden Silk Orb Weavers?

Mengenal Lebih Lanjut tentang Spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers

Spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers, Laba – Laba Pemintal Sutra

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap spesies laba – laba memiliki keunikan masing – masing. Hal ini juga berlaku pada spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers. Laba – laba ini mempunyai nama latin Trichonephila clavipes. Laba – laba ini termasuk dalam genus Trichonephila. Nama latin lain dari spesies laba – laba ini adalah Aranea clavipes, Aranea spinimobilis, Aranea longimana, Epeira plumipes, Epeira clavipes, Nephila clavipes, Nephila thomensis, Nephila wilden, Nephila Concolor, dan Nephila wistariana. Laba – laba ini dapat dengan mudah ditemukan di Amerika bagian selatan dan bagian utara. Lantas, darimana julukan pemintal jaring sutra atau Golden Silk Orb Weavers?

Laba – laba ini membuat sebuah jaring – jaring yang sangat lengket dan juga rapat. Secara sekilas, jaring – jaring yang dibuat tampak berwarna emas. Sehingga, laba – laba ini sering disebut dengan nama pemintal jaring emas atau sutra. Jaring yang dibuat bisanya ditempatkan di antara beberapa cabang pohon terutama cabang pohon yang terhindar dari sinar matahari. Apa fungsi dari jaring – jaring emas tersebut?

Fungsi dari jaring yang dibuat oleh spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers tidak terlepas dari makanan yang dikonsumsi oleh laba – laba tersebut. Laba – laba ini merupakan hewan karnivora sehingga memakan beberapa jenis serangga terutama lalat, tawon, dll. Serangga yang tertangkap akan dikumpulkan bangkainya di dalam jaring emas yang telah dibuat. Karena jaring tersebut disusun menggunakan bahan yang sangat lengket serta struktur yang rapat, maka bangkai serangga yang telah dikumpulkan dapat disimpan dengan aman tanpa takut terjatuh dari jaring – jaring tersebut.

Laba – laba ini memiliki ciri khas bentuk tubuh yang unik. Ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan beberapa spesies laba – laba lain yang masih masuk dalam satu keluarga genus. Salah satu ciri khas dari laba – laba ini adalah warna cerah yang biasanya terdapat pada perut laba – laba betina. Warna cerah yang terdapat pada perut tersebut akan berubah seiring semakin dewasanya laba – laba betina tersebut. Laba – laba betina juga memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan laba – laba jantan. Hal inilah yang membuat proses identifikasi laba – laba betina pemintal jaring sutra lebih mudah.

Bahaya Racun yang ada Pada Laba – Laba Pemintal Jaring Sutra

spesies laba-laba golden silk orb-weavers

Laba – laba pemintal jaring sutra memiliki sengatan racun sebagai salah satu bentuk pertahanan dirinya. Racun yang ditimbulkan tidak terlalu berbahaya bagi manusia. Dalam kondisi normal, racun yang terdapat pada laba – laba ini sama dengan racun yang ada pada lebah. Meskipun begitu, jika terkena sengatan laba – laba, maka perlu dilakukan tindakan pertolongan pertama yang tepat sehingga racun tersebut tidak akan menimbulkan masalah kesehatan. Hal – hal yang bisa dilakukan adalah mencuci bagian tubuh yang terkena sengatan dengan air. Kemudian diberikan kompres air dingin. Setelah itu, pakaikan gel lidah buaya untuk memberikan sensasi dingin pada kulit.

Tahukah Kamu Tentang Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei?

Apakah kamu pernah melihat laba – laba? Hewan ini sering ditemukan baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar. Beberapa spesies laba – laba memiliki ukuran kecil sehingga terlihat tidak terbahaya. Akan tetapi, meskipun beberapa laba – laba memiliki ukuran lebih kecil, kekuatan serangan racun yang ada pada laba – laba tidak bisa dipandang remeh.

Secara umum, laba – laba dapat dikenali dengan mudah. Hewan ini memiliki empat pasang mata dan delapan kaki. Laba – laba termasuk hewan karnivora. Akan tetapi, lab – laba tidak memiliki mulut pengunyah. Hewan ini juga tidak memiliki sayap. Salah satu ciri khusus dari laba – laba adalah adanya dua segment tubuh. Sementara itu, bagian depan tubuh laba – laba merupakan hasil kombinasi dari kepala dan dada. Bagian depan tubuh laba – laba ini sering disebut dengan cephalotorax atau prosoma.

Manfaat Laba – Laba Dalam Kehidupan Manusia

Tahukah Kamu Tentang Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei?

Saat ini, setidaknya ada sekitar 46.000 spesies laba – laba yang hidup di bumi. Semua spesies laba – laba tersebut tinggal di seluruh benua di bumi termasuk Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Australia. Hanya benua Antartika saja yang tidak memenuhi syarat untuk ditinggali oleh laba – laba. Meskipun sudah ada banyak spesies laba – laba yang berhasil diteliti, pada kenyataanya, masih ada banyak spesies laba – laba yang tersembunyi di dalam hutan di seluruh dunia. Salah satu laba – laba yang pernah ditemukan di dalam hutan adalah spesies laba-laba Poecilotheria rajaei.

Setiap makhluk hidup yang hidup dalam sebuah ekosistem mempunyai perannya masing – masing. Sehingga, keberadaanya juga sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Hal ini juga berlaku bagi laba – laba. Salah satu fungsi dari laba – laba adalah sebagai pengontrol hama serangga. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika tidak ada lagi laba – laba yang tinggal di kebun atau sawah? Dapat dipastikan, sebagian panen petani akan hilang dimakan oleh serangga dan hama lain. Hal ini merupakan salah satu fungsi paling penting dari laba – laba.

Laba – laba juga melindungi kehidupan manusia dari serangan lalat dan nyamuk. Salah satu makanan dari laba – laba adalah lalat dan nyamuk. Sehingga, populasi laba – laba yang besar bisa mencegah meningkatnya populasi lalat dan nyamuk. Hal ini tentu berguna bagi kehidupan manusia karena lalat dan nyamuk yang terlalu banyak bisa mengganggu bahkan menimbulkan penyakit berbahaya bagi manusia.

Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei – Spesies Laba – Laba Raksasa

spesies laba-laba poecilotheria rajaei

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada banyak spesies laba – laba yang memiliki ukuran besar. Salah satunya adalah spesies laba-laba Poecilotheria rajaei. Laba – laba ini termasuk dalam kelompok tarantula yang memiliki ukuran besar dan genus Poecilotheria. Nama genus Poecilotheria merupakan gabungan kata dari bahasa Yunani yaitu poikilos yang berarti mempunyai bercak atau tutul dan therion yang berarti binatang buas. Hal ini sesuai dengan sifat binatang laba – laba ini yang memiliki perilaku yang lebih buas dibandingkan laba – laba berukuran kecil. Akan tetapi, spesies laba – laba ini tidak berbahaya bagi manusia. Laba – laba jenis ini hanya akan menyerang beberapa jenis serangga, kadal, ular, dan burung.

Spesies laba-laba Poecilotheria rajaei pertama kali ditemukan di sebuah hutan di daerah Srilankan bagian utara. Hal ini didasarkan pada publikasi penelitian dari British Tarantula Society pada tahun 2012. Bagaimana proses penemuannya? Awalnya, pada tahun 2009 seorang warga desa yang tinggal di dekat hutan di Sri Lanka Utara membawa spesimen mati dari laba – laba ini kepada Ranil Nanayakkara. Ia merupakan salah satu pendiri dari Sri Lankan Biodiversity Education and Research Organization. Saat itu, Nanayakkara sedang melakukan penelitian terkait spesies laba – laba yang ada di Sri Lanka. Hasil temuan oleh Nanayakkara kemudian dikaji lebih lanjut oleh British Tarantula Society.

Laba – laba jenis ini memiliki panjang kaki dengan ukuran kurang lebih 20 cm. Karena ada beberapa motif seperti macan tutul atau bercak, laba – laba spesies ini dimasukkan ke dalam kelompok genus Poecilotheria. Akan tetapi, laba – laba ini memiliki ciri khas berbeda yaitu bagian perutnya terdapat garis merah muda dan motif di kaki yang berbeda dengan laba – laba lain dalam satu kelompok genus. Laba – laba ini memiliki habitat hidup di pohon – pohon yang sudah berumur sangat tua. Akan tetapi, dikarenakan banyaknya penebangan liar di hutan, jumlah pohon tua di hutan semakin menurun. Oleh karena itu, habitat laba – laba ini juga ikut terganggu. Hal inilah yang menyebabkan banyak laba – laba yang kemudian berpindah tempat ke pemukiman warga terutama gedung – gedung tua yang sudah tidak ditempati. Jumlah laba – laba spesies ini juga semakin berkurang setiap harinya. Sehingga, laba – laba ini dimasukkan ke dalam spesies langka yang dilindungi.