Spesies Laba-Laba Theraphosa Blondi, Laba – Laba Terbesar di Dunia

Spesies Laba-Laba Theraphosa Blondi, Laba – Laba Terbesar di Dunia

Laba – laba merupakan salah satu makhluk hidup yang sering ditemui di lingkungan manusia. Laba – laba sering ditemukan di sawah atau perkebunan. Kamu juga mungkin sering menemukan laba – laba di sudut ruangan yang tidak digunakan. Biasanya, laba – laba menggunakan celah antara sudut ruangan, kolong meja atau tempat tidur, dan celah antara batang pohon sebagai tempat tinggal.

Laba – laba merupakan salah satu hewan karnivora atau pemakan daging. Beberapa jenis laba – laba memakan berbagai jenis serangga seperti lalat, lebah, nyamuk, dll. Sedangkan laba – laba yang memiliki ukuran lebih besar mengonsumsi tikur, ular, katak, kadal, burung, dll. Oleh karena itu, keberadaan laba – laba di dalam satu kesatuan ekosistem sangatlah penting. Tanpa adanya laba – laba, maka manusia akan mengalami kerugian panen yang sangat besar. Hal ini dikarenakan tidak adanya spesies yang bisa membantu untuk mengontrol laju pertumbuhan hama yang bisa menganggu hasil panen. Selain itu, laba – laba yang banyak juga bisa membantu manusia saat terjadinya lonjakan populais dari nyamuk dan lalat yang bisa menimbulkan banyak penyakit. Akan tetapi, laba – laba juga memiliki sistem pertahanan dirinya sendiri. Biasanya, laba – laba akan memberikan sengatan racun yang kekuatannya cukup besar bergantung pada jenis spesies laba – laba. Oleh karena itu, perlunya suatu kehati – hatian saat akan menangani laba – laba.

Jumlah laba – laba yang ada di dunia ada sekitar 46.000 spesies. Jumlah ini bisa saja terus bertambah mengingat masih banyaknya spesies laba – laba yang masih tersembunyi dan diteliti di seluruh dunia. Setiap spesis memiliki keunikan masing – masing. Keunikan yang paling mudah dilihat adalah ukuran tubuh dari laba – laba. Biasanya, laba – laba yang ditemukan di sekitar pemukiman penduduk memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan laba – laba yang ada di hutan. Salah satu laba – laba dengan ukuran paling besar yang pernah ditemukan adalah spesies Laba-Laba Theraphosa blondi. Laba – laba ini merupakan salah satu kelompok tarantula karena ukurannya yang sangat besar. Bagaimana karakteristik dari laba – laba paling besar di dunia ini?

Karakteristik Spesies Laba-Laba Theraphosa blondi

Spesies Laba-Laba Theraphosa Blondi, Laba – Laba Terbesar di Dunia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, spesies Laba-Laba Theraphosa blondi merupakan spesies laba – laba paling besar di dunia. Laba – laba ini memiliki nama latin yaitu Theraphosa blondi dan sinonimnya adalah Theraposa leblondii. Nama lain dari jenis laba – laba ini adalah Goliath birdeater. Mengapa disebut dengan Goliath birdeater? Julukan pemakan burung yang disandang oleh laba – laba ini berawal dari penemuan pertama laba – laba ini oleh Maria Sibylla Merian. Saat itu, laba – laba Goliath birdeater sedang memakan sebuah burung. Oleh karena itu, laba – laba ini kemudian diberi julukan laba – laba Goliath pemakan burung. Akan tetapi, apakah laba – laba tersebut memang hidup sebagai pemakan burung?

Laba – laba Goliath merupakan salah satu laba – laba yang sering memakan serangga, cacing, ular, katak, dan beberapa hewan amfibi lain. Meskipun memiliki julukan sebagai laba – laba pemakan burung, laba – laba Goliath justru jarang mengonsumsi burung. Laba – laba ini memiliki perilaku spesifik dimana mereka akan membawa mangsanya ke dalam sarangnya untuk dikonsumsi. Laba – laba ini tidak akan menunjukkan bagaimana mereka makan di luar sarang mereka.

Spesies Laba-Laba Theraphosa blondi memiliki panjang kaki sekitar 28 cm. Sedangkan taringnya dapat berukuran hingga 2.5 cm. Berat laba – laba Goliath mampu mencapai ukuran 170 gram. Salah satu hal menarik dari laba – laba Goliath adalah siklus hidupnya. Laba – laba Goliath jantan hanya dapat bertahan hidup kurang lebih 3 – 6 tahun. Akan tetapi, laba – laba Goliath betina dapat bertahan hidup kurang lebih 15 – 25 tahun. Oleh karena itu, laba – laba Goliath betina dapat ditemukan lebih mudah.

Laba – laba ini juga memiliki perilaku yang khas. Salah satunya adalah menakuti mangsanya dengan menggosok kakinya secara bersamaan. Suara yang ditimbulkan oleh gosokan kaki laba – laba Goliath dapat didengar dengan jelas bahkan hingga jarak 5 meter. Hal ini tentu saja membuat makhluk hidup yang ada di sekitarnya merasa terintimidasi.

Cara Menangani Racun yang Ditimbulkan oleh Laba – Laba

spesies laba-laba theraphosa blondi

Sama seperti makhluk hidup yang lain, laba – laba juga memiliki suatu mekanisme pertahanan dirinya. Salah satunya adalah racun yang dikeluarkan melalui sengatan. Beberapa laba – laba memiliki bahaya racun yang rendah. Sehingga, bisa ditangani dengan baik. Hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan luka akibat laba – laba. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi infeksi. Setelah itu, kompres luka dengan kompres dingin agar rasa sakitnya berkurang dan juga mengobati luka gigitan laba – laba. Setelah itu, pasien bisa mengoleskan salep calamine di area luka agar rasa gatal dan sakit akibat serangan laba – laba dapat berkurang.