Mengenal Spesies Laba-Laba Phoneutria Nigriventer, Laba – Laba dengan Racun Berbahaya

Laba – laba merupakan salah satu makhluk hidup yang mempunyai peran penting dalam satu sistem ekosistem. Penurunan populasi laba – laba akan berpengaruh pada keseimbangan ekosistem. Hal ini juga akan terjadi jika laba – laba mengalami kenaikan yang cukup pesat. Ada banyak habitat laba – laba yang bisa ditemukan. Laba – laba yang tinggal di pemukiman warga akan lebih memilih ruang atau gedung yang tidak terpakai. Hal ini memudahkan mereka untuk membangun jaring – jaring yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat memakan mangsanya. Laba – laba juga mungkin ditemukan di beberapa cabang pohon terutama pohon yang telah berumur tua. Laba – laba senang membuat sarang pada bagian atau sela cabang pohon tersebut.

Secara umum, laba – laba memiliki delapan kaki yang dilengkapi dengan empat pasang mata. Selain itu, laba – laba juga merupaan hewan yang tidak memiliki sayap dan mulut pengunyah. Akan tetapi, laba – laba memiliki karakteristik bentuk tubuh yang unik yaitu adanya dua segment tubuh. Laba – laba juga memiliki prosoma yang merupakan perpaduan antara kepada dan dada dari laba – laba.

Setiap laba – laba yang ada di dunia ini memiliki banyak karakteristik yang berbeda. Perbedaan karakteristik tersebut dapat berupa warna dan ukuran tubuh, perilaku, jenis makanan yang dikonsumsi, dan mekanisme pertahan diri. Hal inilah yang membuat banyaknya spesies laba – laba yang belum terkonfirmasi karena rumitnya penggolongan spesies laba – laba. Salah satu hal menarik dari laba – laba adalah bentuk mekanisme pertahanan diri. Laba – laba memang memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan hewan lain seperti tikus, ular, dll. Akan tetapi, mekanisme pertahanan diri laba – laba bisa sangat efektif digunakan. Salah satunya adalah melalui racun yang dikeluarkan saat laba – laba menggigit. Beberapa laba – laba memang tidak memiliki racun yang akan membuat kematian secara akut. Akan tetapi, racun yang dikeluarkan bisa menjadi salah satu penyebab mangsanya atau makhluk lain kesakitan. Salah satu laba – laba yang memiliki racun cukup berbahaya adalah spesies Laba-Laba Phoneutria nigriventer. Spesies laba – laba ini juga sering dikenal sebagai salah satu spesies yang selalu mengembara di tanah Brazil.

Apa Itu Spesies Laba-Laba Phoneutria nigriventer?

Mengenal Spesies Laba-Laba Phoneutria Nigriventer, Laba – Laba dengan Racun Berbahaya

Spesies Laba-Laba Phoneutria nigriventer merupakan spesies yang termasuk dalam keluarga Ctenidae. Habitat asli dari laba – laba ini adalah hutan tropis yang ada di beberapa negara Amerika Selatan terutama Brazil, Argentina, Uruguay, dll. Beberapa peniliti menyebut spesies laba – laba ini sebagai laba – laba pengembara Brazil. Ukuran tubuh dari spesies laba – laba pengembara Brazil sekitar 15 cm. Ukuran tubuh ini tidak sebesar laba – laba Goliath pemakan burung yang memiliki ukuran sebesar 25 cm. Selain itu, laba – laba pengembara Brazil tidak termasuk laba – laba tarantula. Mengapa? Hal ini disebabkan banyaknya perbedaan dari ukuran dan bentuk tubuh serta perilaku yang dilakukan oleh laba – laba ini.

Salah satu perbedaan perilaku antara laba – laba pengembara Brazil dan tarantula adalah cara perburuan. Laba – laba pengembara Brazil merupakan spesies laba – laba yang akan mencari mangsanya secara aktif. Sehingga, serangan yang diberikan kepada mangsanya juga akan lebih banyak dibandingkan dengan laba – laba lain. Sementara itu, laba – laba tarantula justru melakukan hal sebaliknya. Tarantula akan tetap tenang menunggu mangsanya dan tidak menyerangnya secara aktif. Hal inilah yang justru membuat laba – laba pengembara Brazil lebih buas dibandingkan Tarantula meskipun ukurannya lebih kecil.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumn spesies Laba-Laba Phoneutria nigriventer menggunakan racun sebagai salah satu cara untuk mempertahankan diri. Racun tersebut disebarkan ketika laba – laba ini merasa terancam. Apabila racun tersebut mengenai manusia, maka akan menimbulkan luka yang sangat sakit selama kurun waktu tertentu. Racun yang ditimbulkan oleh laba – laba pengembara Brazil memang tidak akan membunuh manusia. Akan tetapi, racun tersebut tetaplah efektif untuk menimbulkan luka dan rasa sakit yang amat sangat. Oleh karena itu, diperlukan suatu kehati – hatian ketika menangani laba – laba pengembara Brazil.

Pertolongan Pertama Saat Terkena Racun Laba – Laba

spesies laba-laba phoneutria nigriventer

Saat terkenal racun yang ditimbulkan laba – laba, maka kamu bisa menangkap laba – laba tersebut dan menyimpannya dalam wadah tertutup. Kamu bisa menunjukkan laba – laba tersebut kepada tenaga medis untuk mengetahui tingkat bahaya dari racun yang ditimbulkan. Akan tetapi, jika tidak bisa ditangkap, maka kamu bisa memberikan ciri – ciri dari laba – laba yang menyerang. Setelah kamu bisa membersihkan luka yang terkena racun dengan air agar tidak timbul infeksi yang lebih parah. Kemudian, lakukan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dan bengkak yang terjadi. Salep calamine bisa digunakan untuk meringankan rasa gatal yang mungkin saja timbul.  Apabila rasa sakit masih mendera, kamu bisa meminum obat analgesik atau pereda rasa sakit seperti paracetamol. Jika memburuk, kamu bisa pergi ke dokter.