Spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers, Laba – Laba Pemintal Sutra

Laba – laba merupakan salah satu hewan yang sering bersinggungan dengan kehidupan manusia. Biasanya, laba – laba membuat jaring yang digunakan sebagai tempat tinggalnya di sudut – sudut rumah atau tembok atap rumah. Laba – laba seringkali dijumpai pada tempat yang sudah lama tidak dibersihkan atau ditempat. Oleh karena itu, laba – laba akan banyak dijumpai di gedung yang sudah tidak berpenghuni. Selain gedung atau ruangan kosong, laba – laba juga sering dijumpai di beberapa pohon tua. Laba – laba bisa saja membuat sarangnya dengan menggunakan ruang antara dua atau lebih rangting. Selain itu, laba – laba juga sering membuat sarang dari atas pohon hingga ke atas permukaan tanah.

Laba – laba merupakan salah satu hewan yang dapat dikenali dengan cukup mudah. Mengapa? Dari segi bentuk badan, laba – laba mempunyai delapan buah kaki dan empat pasang mata. Selain itu, laba – laba juga tidak memiliki mulut yang digunakan untuk mengunyah. Tidak seperti serangga yang didominasi dengan sayap, laba – laba tidak memiliki sayap. Selain itu, bagian tubuh laba – laba juga dilengkapi dengan cephalotorax atau prosoma yang merupakan perpaduan antara dua segment tubuh yaitu kepala dan dada.

Laba – laba juga memiliki banyak ukuran. Hal ini bergantung pada spesies dan genusnya. Salah satu laba – laba terbesar yang dikenal dengan nama Goliath dan termasuk tarantula atau laba – laba raksasa. Setiap spesies laba – laba memiliki ciri khas unik masing – masing. Hal ini berpengaruh pada jenis makanan laba – laba, tempat tinggalnya, sistem pertahanan diri, bentuk tubuh, dan juga perilakunya. Sebagai contoh, perbedaan jaring yang dibuat. Salah satu jenis laba – laba yang membuat jaring unik adalah spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers. Apa itu laba – laba Golden Silk Orb Weavers?

Mengenal Lebih Lanjut tentang Spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers

Spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers, Laba – Laba Pemintal Sutra

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap spesies laba – laba memiliki keunikan masing – masing. Hal ini juga berlaku pada spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers. Laba – laba ini mempunyai nama latin Trichonephila clavipes. Laba – laba ini termasuk dalam genus Trichonephila. Nama latin lain dari spesies laba – laba ini adalah Aranea clavipes, Aranea spinimobilis, Aranea longimana, Epeira plumipes, Epeira clavipes, Nephila clavipes, Nephila thomensis, Nephila wilden, Nephila Concolor, dan Nephila wistariana. Laba – laba ini dapat dengan mudah ditemukan di Amerika bagian selatan dan bagian utara. Lantas, darimana julukan pemintal jaring sutra atau Golden Silk Orb Weavers?

Laba – laba ini membuat sebuah jaring – jaring yang sangat lengket dan juga rapat. Secara sekilas, jaring – jaring yang dibuat tampak berwarna emas. Sehingga, laba – laba ini sering disebut dengan nama pemintal jaring emas atau sutra. Jaring yang dibuat bisanya ditempatkan di antara beberapa cabang pohon terutama cabang pohon yang terhindar dari sinar matahari. Apa fungsi dari jaring – jaring emas tersebut?

Fungsi dari jaring yang dibuat oleh spesies Laba-Laba Golden Silk Orb-Weavers tidak terlepas dari makanan yang dikonsumsi oleh laba – laba tersebut. Laba – laba ini merupakan hewan karnivora sehingga memakan beberapa jenis serangga terutama lalat, tawon, dll. Serangga yang tertangkap akan dikumpulkan bangkainya di dalam jaring emas yang telah dibuat. Karena jaring tersebut disusun menggunakan bahan yang sangat lengket serta struktur yang rapat, maka bangkai serangga yang telah dikumpulkan dapat disimpan dengan aman tanpa takut terjatuh dari jaring – jaring tersebut.

Laba – laba ini memiliki ciri khas bentuk tubuh yang unik. Ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan beberapa spesies laba – laba lain yang masih masuk dalam satu keluarga genus. Salah satu ciri khas dari laba – laba ini adalah warna cerah yang biasanya terdapat pada perut laba – laba betina. Warna cerah yang terdapat pada perut tersebut akan berubah seiring semakin dewasanya laba – laba betina tersebut. Laba – laba betina juga memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan laba – laba jantan. Hal inilah yang membuat proses identifikasi laba – laba betina pemintal jaring sutra lebih mudah.

Bahaya Racun yang ada Pada Laba – Laba Pemintal Jaring Sutra

spesies laba-laba golden silk orb-weavers

Laba – laba pemintal jaring sutra memiliki sengatan racun sebagai salah satu bentuk pertahanan dirinya. Racun yang ditimbulkan tidak terlalu berbahaya bagi manusia. Dalam kondisi normal, racun yang terdapat pada laba – laba ini sama dengan racun yang ada pada lebah. Meskipun begitu, jika terkena sengatan laba – laba, maka perlu dilakukan tindakan pertolongan pertama yang tepat sehingga racun tersebut tidak akan menimbulkan masalah kesehatan. Hal – hal yang bisa dilakukan adalah mencuci bagian tubuh yang terkena sengatan dengan air. Kemudian diberikan kompres air dingin. Setelah itu, pakaikan gel lidah buaya untuk memberikan sensasi dingin pada kulit.

Tahukah Kamu Tentang Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei?

Apakah kamu pernah melihat laba – laba? Hewan ini sering ditemukan baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar. Beberapa spesies laba – laba memiliki ukuran kecil sehingga terlihat tidak terbahaya. Akan tetapi, meskipun beberapa laba – laba memiliki ukuran lebih kecil, kekuatan serangan racun yang ada pada laba – laba tidak bisa dipandang remeh.

Secara umum, laba – laba dapat dikenali dengan mudah. Hewan ini memiliki empat pasang mata dan delapan kaki. Laba – laba termasuk hewan karnivora. Akan tetapi, lab – laba tidak memiliki mulut pengunyah. Hewan ini juga tidak memiliki sayap. Salah satu ciri khusus dari laba – laba adalah adanya dua segment tubuh. Sementara itu, bagian depan tubuh laba – laba merupakan hasil kombinasi dari kepala dan dada. Bagian depan tubuh laba – laba ini sering disebut dengan cephalotorax atau prosoma.

Manfaat Laba – Laba Dalam Kehidupan Manusia

Tahukah Kamu Tentang Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei?

Saat ini, setidaknya ada sekitar 46.000 spesies laba – laba yang hidup di bumi. Semua spesies laba – laba tersebut tinggal di seluruh benua di bumi termasuk Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Australia. Hanya benua Antartika saja yang tidak memenuhi syarat untuk ditinggali oleh laba – laba. Meskipun sudah ada banyak spesies laba – laba yang berhasil diteliti, pada kenyataanya, masih ada banyak spesies laba – laba yang tersembunyi di dalam hutan di seluruh dunia. Salah satu laba – laba yang pernah ditemukan di dalam hutan adalah spesies laba-laba Poecilotheria rajaei.

Setiap makhluk hidup yang hidup dalam sebuah ekosistem mempunyai perannya masing – masing. Sehingga, keberadaanya juga sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Hal ini juga berlaku bagi laba – laba. Salah satu fungsi dari laba – laba adalah sebagai pengontrol hama serangga. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika tidak ada lagi laba – laba yang tinggal di kebun atau sawah? Dapat dipastikan, sebagian panen petani akan hilang dimakan oleh serangga dan hama lain. Hal ini merupakan salah satu fungsi paling penting dari laba – laba.

Laba – laba juga melindungi kehidupan manusia dari serangan lalat dan nyamuk. Salah satu makanan dari laba – laba adalah lalat dan nyamuk. Sehingga, populasi laba – laba yang besar bisa mencegah meningkatnya populasi lalat dan nyamuk. Hal ini tentu berguna bagi kehidupan manusia karena lalat dan nyamuk yang terlalu banyak bisa mengganggu bahkan menimbulkan penyakit berbahaya bagi manusia.

Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei – Spesies Laba – Laba Raksasa

spesies laba-laba poecilotheria rajaei

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada banyak spesies laba – laba yang memiliki ukuran besar. Salah satunya adalah spesies laba-laba Poecilotheria rajaei. Laba – laba ini termasuk dalam kelompok tarantula yang memiliki ukuran besar dan genus Poecilotheria. Nama genus Poecilotheria merupakan gabungan kata dari bahasa Yunani yaitu poikilos yang berarti mempunyai bercak atau tutul dan therion yang berarti binatang buas. Hal ini sesuai dengan sifat binatang laba – laba ini yang memiliki perilaku yang lebih buas dibandingkan laba – laba berukuran kecil. Akan tetapi, spesies laba – laba ini tidak berbahaya bagi manusia. Laba – laba jenis ini hanya akan menyerang beberapa jenis serangga, kadal, ular, dan burung.

Spesies laba-laba Poecilotheria rajaei pertama kali ditemukan di sebuah hutan di daerah Srilankan bagian utara. Hal ini didasarkan pada publikasi penelitian dari British Tarantula Society pada tahun 2012. Bagaimana proses penemuannya? Awalnya, pada tahun 2009 seorang warga desa yang tinggal di dekat hutan di Sri Lanka Utara membawa spesimen mati dari laba – laba ini kepada Ranil Nanayakkara. Ia merupakan salah satu pendiri dari Sri Lankan Biodiversity Education and Research Organization. Saat itu, Nanayakkara sedang melakukan penelitian terkait spesies laba – laba yang ada di Sri Lanka. Hasil temuan oleh Nanayakkara kemudian dikaji lebih lanjut oleh British Tarantula Society.

Laba – laba jenis ini memiliki panjang kaki dengan ukuran kurang lebih 20 cm. Karena ada beberapa motif seperti macan tutul atau bercak, laba – laba spesies ini dimasukkan ke dalam kelompok genus Poecilotheria. Akan tetapi, laba – laba ini memiliki ciri khas berbeda yaitu bagian perutnya terdapat garis merah muda dan motif di kaki yang berbeda dengan laba – laba lain dalam satu kelompok genus. Laba – laba ini memiliki habitat hidup di pohon – pohon yang sudah berumur sangat tua. Akan tetapi, dikarenakan banyaknya penebangan liar di hutan, jumlah pohon tua di hutan semakin menurun. Oleh karena itu, habitat laba – laba ini juga ikut terganggu. Hal inilah yang menyebabkan banyak laba – laba yang kemudian berpindah tempat ke pemukiman warga terutama gedung – gedung tua yang sudah tidak ditempati. Jumlah laba – laba spesies ini juga semakin berkurang setiap harinya. Sehingga, laba – laba ini dimasukkan ke dalam spesies langka yang dilindungi.