Tahukah Kamu Tentang Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei?

Apakah kamu pernah melihat laba – laba? Hewan ini sering ditemukan baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar. Beberapa spesies laba – laba memiliki ukuran kecil sehingga terlihat tidak terbahaya. Akan tetapi, meskipun beberapa laba – laba memiliki ukuran lebih kecil, kekuatan serangan racun yang ada pada laba – laba tidak bisa dipandang remeh.

Secara umum, laba – laba dapat dikenali dengan mudah. Hewan ini memiliki empat pasang mata dan delapan kaki. Laba – laba termasuk hewan karnivora. Akan tetapi, lab – laba tidak memiliki mulut pengunyah. Hewan ini juga tidak memiliki sayap. Salah satu ciri khusus dari laba – laba adalah adanya dua segment tubuh. Sementara itu, bagian depan tubuh laba – laba merupakan hasil kombinasi dari kepala dan dada. Bagian depan tubuh laba – laba ini sering disebut dengan cephalotorax atau prosoma.

Manfaat Laba – Laba Dalam Kehidupan Manusia

Tahukah Kamu Tentang Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei?

Saat ini, setidaknya ada sekitar 46.000 spesies laba – laba yang hidup di bumi. Semua spesies laba – laba tersebut tinggal di seluruh benua di bumi termasuk Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Australia. Hanya benua Antartika saja yang tidak memenuhi syarat untuk ditinggali oleh laba – laba. Meskipun sudah ada banyak spesies laba – laba yang berhasil diteliti, pada kenyataanya, masih ada banyak spesies laba – laba yang tersembunyi di dalam hutan di seluruh dunia. Salah satu laba – laba yang pernah ditemukan di dalam hutan adalah spesies laba-laba Poecilotheria rajaei.

Setiap makhluk hidup yang hidup dalam sebuah ekosistem mempunyai perannya masing – masing. Sehingga, keberadaanya juga sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Hal ini juga berlaku bagi laba – laba. Salah satu fungsi dari laba – laba adalah sebagai pengontrol hama serangga. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika tidak ada lagi laba – laba yang tinggal di kebun atau sawah? Dapat dipastikan, sebagian panen petani akan hilang dimakan oleh serangga dan hama lain. Hal ini merupakan salah satu fungsi paling penting dari laba – laba.

Laba – laba juga melindungi kehidupan manusia dari serangan lalat dan nyamuk. Salah satu makanan dari laba – laba adalah lalat dan nyamuk. Sehingga, populasi laba – laba yang besar bisa mencegah meningkatnya populasi lalat dan nyamuk. Hal ini tentu berguna bagi kehidupan manusia karena lalat dan nyamuk yang terlalu banyak bisa mengganggu bahkan menimbulkan penyakit berbahaya bagi manusia.

Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei – Spesies Laba – Laba Raksasa

spesies laba-laba poecilotheria rajaei

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada banyak spesies laba – laba yang memiliki ukuran besar. Salah satunya adalah spesies laba-laba Poecilotheria rajaei. Laba – laba ini termasuk dalam kelompok tarantula yang memiliki ukuran besar dan genus Poecilotheria. Nama genus Poecilotheria merupakan gabungan kata dari bahasa Yunani yaitu poikilos yang berarti mempunyai bercak atau tutul dan therion yang berarti binatang buas. Hal ini sesuai dengan sifat binatang laba – laba ini yang memiliki perilaku yang lebih buas dibandingkan laba – laba berukuran kecil. Akan tetapi, spesies laba – laba ini tidak berbahaya bagi manusia. Laba – laba jenis ini hanya akan menyerang beberapa jenis serangga, kadal, ular, dan burung.

Spesies laba-laba Poecilotheria rajaei pertama kali ditemukan di sebuah hutan di daerah Srilankan bagian utara. Hal ini didasarkan pada publikasi penelitian dari British Tarantula Society pada tahun 2012. Bagaimana proses penemuannya? Awalnya, pada tahun 2009 seorang warga desa yang tinggal di dekat hutan di Sri Lanka Utara membawa spesimen mati dari laba – laba ini kepada Ranil Nanayakkara. Ia merupakan salah satu pendiri dari Sri Lankan Biodiversity Education and Research Organization. Saat itu, Nanayakkara sedang melakukan penelitian terkait spesies laba – laba yang ada di Sri Lanka. Hasil temuan oleh Nanayakkara kemudian dikaji lebih lanjut oleh British Tarantula Society.

Laba – laba jenis ini memiliki panjang kaki dengan ukuran kurang lebih 20 cm. Karena ada beberapa motif seperti macan tutul atau bercak, laba – laba spesies ini dimasukkan ke dalam kelompok genus Poecilotheria. Akan tetapi, laba – laba ini memiliki ciri khas berbeda yaitu bagian perutnya terdapat garis merah muda dan motif di kaki yang berbeda dengan laba – laba lain dalam satu kelompok genus. Laba – laba ini memiliki habitat hidup di pohon – pohon yang sudah berumur sangat tua. Akan tetapi, dikarenakan banyaknya penebangan liar di hutan, jumlah pohon tua di hutan semakin menurun. Oleh karena itu, habitat laba – laba ini juga ikut terganggu. Hal inilah yang menyebabkan banyak laba – laba yang kemudian berpindah tempat ke pemukiman warga terutama gedung – gedung tua yang sudah tidak ditempati. Jumlah laba – laba spesies ini juga semakin berkurang setiap harinya. Sehingga, laba – laba ini dimasukkan ke dalam spesies langka yang dilindungi.