Apa itu Spesies Laba-Laba Heteropoda Maxima – The Hunstman Spider?

Setiap makhluk hidup yang ada pada satu ekosistem tertentu mempunyai peran yang spesifik. Keberadaan makhluk hidup tersebut akan mempengaruhi keseimbangan yang ada pada ekosistem. Apabila keseimbangan ekosistem rusak, maka akan terjadi suatu kerusakan. Salah satu makhluk hidup yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem adalah laba – laba. Akan tetapi, peran laba – laba dalam ekosistem seringkali dilupakan. Selain itu, beberapa spesies laba – laba yang unik juga menjadi salah satu perburuan yang membuat spesies tersebut menjadi langka.

Laba – laba merupakan makhluk hidup karnivora. Beberapa jenis hewan yang sering dikonsumsi oleh laba – laba adalah serangga, katak, ular, tikus, kadal, dll. Biasanya, laba – laba dengan ukuran tubuh lebih besar dapat memangsa hewan yang lebih besar. Meskipun laba – laba merupakan hewan karnivora, laba – laba tidak memiliki mulut pengunyah seperti hewan jenis lain. Secara bentuk tubuh, laba – laba memiliki delapan kaki. Selain itu, ada empat pasang mata yang dimiliki oleh laba – laba. Salah satu ciri khas menarik dari laba – laba adalah kepala dan dada yang menyatu di bagian depan tubuh. Hal ini disebut dengan cephalotorax atau prosoma.

Laba – laba juga memiliki salah satu perilaku unik yaitu membangun jaring – jaring yang digunakan sebagai sarang. Jaring – jaring tersebut juga digunakan sebagai salah satu cara untuk mengurung mangsa yang terjerat sehingga mangsa tidak akan lari. Biasanya laba – laba membangun jaring – jaring di antara beberapa celah pohon, kolom meja dan tempat tidur, sudut ruangan, hingga seluruh ruangan yang tidak terpakai.

Sebagai sebuah makhluk hidup yang memiliki setidaknya 46.000 spesies, maka karakteristik laba – laba juga akan berbeda. Beberapa spesies memiliki racun yang berbahaya. Sedangkan spesies lain memiliki racun yang tidak berbahaya. Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah ukuran tubuh dari laba – laba serta fungsi organ tubuh untuk mendukung kelangsungan hidup dari laba – laba tersebut. Salah satu jenis laba – laba yang menarik adalah spesies Laba-Laba Heteropoda maxima. Apa itu? Berikut penjelasan secara singkat mengenai spesies laba – laba ini.

Ciri dan Karakteristik dari Spesies Laba-Laba Heteropoda maxima

Apa itu Spesies Laba-Laba Heteropoda Maxima – The Hunstman Spider?

Spesies Laba-Laba Heteropoda maxima merupakan spesies laba – laba yang memiliki ukuran sangat besar yaitu 30 cm. Ukuran laba – laba ini merupakan ukuran paling besar yang pernah ditemukan. Spesies laba – laba ini memiliki nama lain yaitu The Giant Huntsman Spider. Nama ini muncul dikarenakan kemampuan laba – laba ini untuk menangkap mangsanya yang sangat baik. Mengapa? Kemampuan menangkap mangsa yang baik dari The Giant Hunstman Spider dikarenakan panjang kaki laba – laba yang mencapai 30 cm. Hal ini membuat laba – laba spesies tersebut bisa berjalan dengan cepat. Selain itu, kakinya juga memudahkan laba – laba tersebut untuk dapat berjalan dengan mudah di medan apapun. Sehingga, kemampuan menangkap mangsanya menjadi sangat mengerikan.

Spesies Laba-Laba Heteropoda maxima juga memiliki ciri unik di bagian tubuhnya. Salah satunya adalah beberapa bercak hitam yang tersebar dan dipadukan dengan warna tubuh kuning hingga coklat. Selain itu, bagian kaki laba – laba ini juga memiliki beberapa garis gelap yang cukup panjang. Selain itu, laba – laba ini juga memiliki kaki yang lebih panjang dibandingkan tubunya. Hal inilah yang membuat laba – laba spesies ini sangat berbeda dengan spesies yang lain.

Heteropoda maxima pertama kali ditemukan pada tahun 2001 di sebuah gua di Laos. Penemuan laba – laba ini dilakukan oleh P. Jager. Sehingga, bisa diketahui bahwa laba – laba ini dapat tinggal di beberapa negara Asia terutama negara yang mempunyai banyak goa dan beriklim tropis. Laba – laba ini juga dikenal dengan perilaku kanibalismenya. Biasanya, setelah bereproduksi, laba – laba betina akan memakan laba – laba jantan. Hal ini diketahui dari sebuah penelitian oleh Florian dan Diana Schnos di sebuah gua di Laos.

Hati – hati dengan Racun Laba – Laba

spesies laba-laba heteropoda maxima

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ada beberapa spesies laba – laba yang dilengkapi dengan racun yang cukup mematikan. Beberapa diantaranya dapat membuat manusia merasakan kesakitan yang sangat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan saat terkena racun laba – laba.

Apabila luka yang ditimbulkan oleh racun dari laba – laba tidak terlalu parah, maka korban bisa melakukan pengobatan sendiri. Caranya adalah dengan membersihkan luka dengan air bersih, kompres dingin bagian luka, olesi dengan salep calamine, minum obat analgesik, dan tinggikan bagian tubuh yang terluka. Akan tetapi, jika korban menunjukkan beberapa gejala seperti kejang otot, kesulitan bernapas, bagian luka menjadi hitam atau ungu, tubuh lemas, infeksi, serta sakit yang luar biasa, maka korban harus dibawa ke rumah sakit secepatnya.

Spesies Laba-Laba Theraphosa Blondi, Laba – Laba Terbesar di Dunia

Laba – laba merupakan salah satu makhluk hidup yang sering ditemui di lingkungan manusia. Laba – laba sering ditemukan di sawah atau perkebunan. Kamu juga mungkin sering menemukan laba – laba di sudut ruangan yang tidak digunakan. Biasanya, laba – laba menggunakan celah antara sudut ruangan, kolong meja atau tempat tidur, dan celah antara batang pohon sebagai tempat tinggal.

Laba – laba merupakan salah satu hewan karnivora atau pemakan daging. Beberapa jenis laba – laba memakan berbagai jenis serangga seperti lalat, lebah, nyamuk, dll. Sedangkan laba – laba yang memiliki ukuran lebih besar mengonsumsi tikur, ular, katak, kadal, burung, dll. Oleh karena itu, keberadaan laba – laba di dalam satu kesatuan ekosistem sangatlah penting. Tanpa adanya laba – laba, maka manusia akan mengalami kerugian panen yang sangat besar. Hal ini dikarenakan tidak adanya spesies yang bisa membantu untuk mengontrol laju pertumbuhan hama yang bisa menganggu hasil panen. Selain itu, laba – laba yang banyak juga bisa membantu manusia saat terjadinya lonjakan populais dari nyamuk dan lalat yang bisa menimbulkan banyak penyakit. Akan tetapi, laba – laba juga memiliki sistem pertahanan dirinya sendiri. Biasanya, laba – laba akan memberikan sengatan racun yang kekuatannya cukup besar bergantung pada jenis spesies laba – laba. Oleh karena itu, perlunya suatu kehati – hatian saat akan menangani laba – laba.

Jumlah laba – laba yang ada di dunia ada sekitar 46.000 spesies. Jumlah ini bisa saja terus bertambah mengingat masih banyaknya spesies laba – laba yang masih tersembunyi dan diteliti di seluruh dunia. Setiap spesis memiliki keunikan masing – masing. Keunikan yang paling mudah dilihat adalah ukuran tubuh dari laba – laba. Biasanya, laba – laba yang ditemukan di sekitar pemukiman penduduk memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan laba – laba yang ada di hutan. Salah satu laba – laba dengan ukuran paling besar yang pernah ditemukan adalah spesies Laba-Laba Theraphosa blondi. Laba – laba ini merupakan salah satu kelompok tarantula karena ukurannya yang sangat besar. Bagaimana karakteristik dari laba – laba paling besar di dunia ini?

Karakteristik Spesies Laba-Laba Theraphosa blondi

Spesies Laba-Laba Theraphosa Blondi, Laba – Laba Terbesar di Dunia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, spesies Laba-Laba Theraphosa blondi merupakan spesies laba – laba paling besar di dunia. Laba – laba ini memiliki nama latin yaitu Theraphosa blondi dan sinonimnya adalah Theraposa leblondii. Nama lain dari jenis laba – laba ini adalah Goliath birdeater. Mengapa disebut dengan Goliath birdeater? Julukan pemakan burung yang disandang oleh laba – laba ini berawal dari penemuan pertama laba – laba ini oleh Maria Sibylla Merian. Saat itu, laba – laba Goliath birdeater sedang memakan sebuah burung. Oleh karena itu, laba – laba ini kemudian diberi julukan laba – laba Goliath pemakan burung. Akan tetapi, apakah laba – laba tersebut memang hidup sebagai pemakan burung?

Laba – laba Goliath merupakan salah satu laba – laba yang sering memakan serangga, cacing, ular, katak, dan beberapa hewan amfibi lain. Meskipun memiliki julukan sebagai laba – laba pemakan burung, laba – laba Goliath justru jarang mengonsumsi burung. Laba – laba ini memiliki perilaku spesifik dimana mereka akan membawa mangsanya ke dalam sarangnya untuk dikonsumsi. Laba – laba ini tidak akan menunjukkan bagaimana mereka makan di luar sarang mereka.

Spesies Laba-Laba Theraphosa blondi memiliki panjang kaki sekitar 28 cm. Sedangkan taringnya dapat berukuran hingga 2.5 cm. Berat laba – laba Goliath mampu mencapai ukuran 170 gram. Salah satu hal menarik dari laba – laba Goliath adalah siklus hidupnya. Laba – laba Goliath jantan hanya dapat bertahan hidup kurang lebih 3 – 6 tahun. Akan tetapi, laba – laba Goliath betina dapat bertahan hidup kurang lebih 15 – 25 tahun. Oleh karena itu, laba – laba Goliath betina dapat ditemukan lebih mudah.

Laba – laba ini juga memiliki perilaku yang khas. Salah satunya adalah menakuti mangsanya dengan menggosok kakinya secara bersamaan. Suara yang ditimbulkan oleh gosokan kaki laba – laba Goliath dapat didengar dengan jelas bahkan hingga jarak 5 meter. Hal ini tentu saja membuat makhluk hidup yang ada di sekitarnya merasa terintimidasi.

Cara Menangani Racun yang Ditimbulkan oleh Laba – Laba

spesies laba-laba theraphosa blondi

Sama seperti makhluk hidup yang lain, laba – laba juga memiliki suatu mekanisme pertahanan dirinya. Salah satunya adalah racun yang dikeluarkan melalui sengatan. Beberapa laba – laba memiliki bahaya racun yang rendah. Sehingga, bisa ditangani dengan baik. Hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan luka akibat laba – laba. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi infeksi. Setelah itu, kompres luka dengan kompres dingin agar rasa sakitnya berkurang dan juga mengobati luka gigitan laba – laba. Setelah itu, pasien bisa mengoleskan salep calamine di area luka agar rasa gatal dan sakit akibat serangan laba – laba dapat berkurang.

Tahukah Kamu Tentang Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei?

Apakah kamu pernah melihat laba – laba? Hewan ini sering ditemukan baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar. Beberapa spesies laba – laba memiliki ukuran kecil sehingga terlihat tidak terbahaya. Akan tetapi, meskipun beberapa laba – laba memiliki ukuran lebih kecil, kekuatan serangan racun yang ada pada laba – laba tidak bisa dipandang remeh.

Secara umum, laba – laba dapat dikenali dengan mudah. Hewan ini memiliki empat pasang mata dan delapan kaki. Laba – laba termasuk hewan karnivora. Akan tetapi, lab – laba tidak memiliki mulut pengunyah. Hewan ini juga tidak memiliki sayap. Salah satu ciri khusus dari laba – laba adalah adanya dua segment tubuh. Sementara itu, bagian depan tubuh laba – laba merupakan hasil kombinasi dari kepala dan dada. Bagian depan tubuh laba – laba ini sering disebut dengan cephalotorax atau prosoma.

Manfaat Laba – Laba Dalam Kehidupan Manusia

Tahukah Kamu Tentang Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei?

Saat ini, setidaknya ada sekitar 46.000 spesies laba – laba yang hidup di bumi. Semua spesies laba – laba tersebut tinggal di seluruh benua di bumi termasuk Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Australia. Hanya benua Antartika saja yang tidak memenuhi syarat untuk ditinggali oleh laba – laba. Meskipun sudah ada banyak spesies laba – laba yang berhasil diteliti, pada kenyataanya, masih ada banyak spesies laba – laba yang tersembunyi di dalam hutan di seluruh dunia. Salah satu laba – laba yang pernah ditemukan di dalam hutan adalah spesies laba-laba Poecilotheria rajaei.

Setiap makhluk hidup yang hidup dalam sebuah ekosistem mempunyai perannya masing – masing. Sehingga, keberadaanya juga sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Hal ini juga berlaku bagi laba – laba. Salah satu fungsi dari laba – laba adalah sebagai pengontrol hama serangga. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika tidak ada lagi laba – laba yang tinggal di kebun atau sawah? Dapat dipastikan, sebagian panen petani akan hilang dimakan oleh serangga dan hama lain. Hal ini merupakan salah satu fungsi paling penting dari laba – laba.

Laba – laba juga melindungi kehidupan manusia dari serangan lalat dan nyamuk. Salah satu makanan dari laba – laba adalah lalat dan nyamuk. Sehingga, populasi laba – laba yang besar bisa mencegah meningkatnya populasi lalat dan nyamuk. Hal ini tentu berguna bagi kehidupan manusia karena lalat dan nyamuk yang terlalu banyak bisa mengganggu bahkan menimbulkan penyakit berbahaya bagi manusia.

Spesies Laba-Laba Poecilotheria Rajaei – Spesies Laba – Laba Raksasa

spesies laba-laba poecilotheria rajaei

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada banyak spesies laba – laba yang memiliki ukuran besar. Salah satunya adalah spesies laba-laba Poecilotheria rajaei. Laba – laba ini termasuk dalam kelompok tarantula yang memiliki ukuran besar dan genus Poecilotheria. Nama genus Poecilotheria merupakan gabungan kata dari bahasa Yunani yaitu poikilos yang berarti mempunyai bercak atau tutul dan therion yang berarti binatang buas. Hal ini sesuai dengan sifat binatang laba – laba ini yang memiliki perilaku yang lebih buas dibandingkan laba – laba berukuran kecil. Akan tetapi, spesies laba – laba ini tidak berbahaya bagi manusia. Laba – laba jenis ini hanya akan menyerang beberapa jenis serangga, kadal, ular, dan burung.

Spesies laba-laba Poecilotheria rajaei pertama kali ditemukan di sebuah hutan di daerah Srilankan bagian utara. Hal ini didasarkan pada publikasi penelitian dari British Tarantula Society pada tahun 2012. Bagaimana proses penemuannya? Awalnya, pada tahun 2009 seorang warga desa yang tinggal di dekat hutan di Sri Lanka Utara membawa spesimen mati dari laba – laba ini kepada Ranil Nanayakkara. Ia merupakan salah satu pendiri dari Sri Lankan Biodiversity Education and Research Organization. Saat itu, Nanayakkara sedang melakukan penelitian terkait spesies laba – laba yang ada di Sri Lanka. Hasil temuan oleh Nanayakkara kemudian dikaji lebih lanjut oleh British Tarantula Society.

Laba – laba jenis ini memiliki panjang kaki dengan ukuran kurang lebih 20 cm. Karena ada beberapa motif seperti macan tutul atau bercak, laba – laba spesies ini dimasukkan ke dalam kelompok genus Poecilotheria. Akan tetapi, laba – laba ini memiliki ciri khas berbeda yaitu bagian perutnya terdapat garis merah muda dan motif di kaki yang berbeda dengan laba – laba lain dalam satu kelompok genus. Laba – laba ini memiliki habitat hidup di pohon – pohon yang sudah berumur sangat tua. Akan tetapi, dikarenakan banyaknya penebangan liar di hutan, jumlah pohon tua di hutan semakin menurun. Oleh karena itu, habitat laba – laba ini juga ikut terganggu. Hal inilah yang menyebabkan banyak laba – laba yang kemudian berpindah tempat ke pemukiman warga terutama gedung – gedung tua yang sudah tidak ditempati. Jumlah laba – laba spesies ini juga semakin berkurang setiap harinya. Sehingga, laba – laba ini dimasukkan ke dalam spesies langka yang dilindungi.